Skip to content
SALAKANAGARA INSTITUTE

SALAKANAGARA INSTITUTE

Yayasan Kajian Kemanusiaan dan Demokrasi

Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGURUS SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGELOLA WEBSITE
  • OASE
  • OPINI
  • FOKUS BANTEN
  • INFO SI
  • NEWSLETTER SI
    • EDISI 1
    • EDISI 2
  • FOKUS
  • INSIGHT
  • Home
  • BUKU
  • Crises of Democracy
  • BUKU

Crises of Democracy

SI 15 Oktober 2024

Salah satu bahasan dari buku yang cukup serius ini ialah undangan untuk menjawab, “Apakah Demokrasi kita sedang mengalami krisis? Lalu, siapa yang memutuskan bahwa ini atau itu adalah yang Demokratis?”

Ancaman terhadap demokrasi saat ini tidak hanya bersifat politis, karena juga dipengaruhi kondisi ekonomi, sosial dan budaya. Dalam buku Crises of Democracy, Adam Przeworski menyajikan situasi politik di berbagai negara demokrasi yang mapan, lalu menempatkannya dalam konteks yang gamang; benarkah Demokrasi masih bisa diandalkan? Jika mengacu kondisi kekinian, praktik demokrasi yang dijalankan kerap ditelikung untuk “tujuan lain”.

Adam Przeworski coba mengingatkan kembali bahwa apa yang dimaksud dengan “demokratis” itu bergantung pada nilai-nilai dalam demokrasi sendiri. Apa yang diperjuangkan dalam “demokrasi”? Ada dua; [yakni] Demokrasi sebagai metode untuk memproses konflik yang [mungkin] timbul dalam masyarakat dan Demokrasi sebagai perwujudan nilai, cita-cita, dan kepentingan yang diinginkan oleh berbagai kelompok.

Demokrasi adalah sistem di mana warga negara secara kolektif memutuskan oleh siapa mereka diperintah dan—dalam batas tertentu—bagaimana mereka diperintah. Suatu rezim dikatakan demokratis hanya jika orang-orang bebas memilih suatu pemerintahan—termasuk menyingkirkan pemerintahan itu. Selama semua prasyarat bagi warga negara untuk bebas memilih pemerintahan terpenuhi dan keputusan politik dibuat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, apa pun yang diputuskan oleh para pemilih adalah demokratis.

Dalam sistem representative (perwakilan) para pemilih memutuskan secara tidak langsung, dengan memilih anggota badan legislatif: Undang-undang diadopsi oleh badan legislatif, bukan pemilih. Tetapi jika badan legislatif dipilih secara bebas dan mengikuti prosedur dalam mengumumkan undang-undang, dan jika undang-undang tersebut dilaksanakan dengan sepatutnya, demikianlah praktik demokrasi.

Namun, hal ini tidak sederhana, mengingat banyak orang membuat generalisasi dan memaksakan. Artinya, Demokrasi bukan sekadar sistem hak-hak positif, karena hal itu tidak secara otomatis menjamin kondisi yang diperlukan dalam memenuhi hak-hak warga negara. Persaingan elektoral yang jujur menjadi syaratnya; yang untuk itu, diperlukan pengaturan hukum dan kelembagaan yang fair. Selain itu, hak-hak sipil dan politik mesti diberlakukan secara “lurus” dalam proses demokrasi, seperti ketersediaan perangkat elektoral yang netral, stabilitas dan, tentu saja, aturan hukum yang tidak ambigu. Karenanya, dalam konteks ini, konsep yang mereduksi demokrasi hanya menjadi pemilihan umum yang bebas dan adil, yang kerap disebut sebatas “elektoralisme,” perlu ditinjau kembali.

Kebanyakan orang menghargai demokrasi bukan hanya karena berharap demokrasi akan mewujudkan beberapa nilai dan cita-cita yang diinginkan. Demokrasi, bagi penganutnya, dianggap akan menjamin cita-cita dan keinginan tersebut; seperti berlakunya kebebasan memilih dan berbicara, pemerintahan berkeadilan, pemerataan kesempatan kerja dan yang lain. Realitas sosialnya, memang, hampir semua aspek kehidupan politik yang diinginkan secara normatif, dikaitkan dengan demokrasi. * Rudy Mulyono

SI
Author: SI

Yayasan Kajian Kemanusiaan dan Demokrasi

Post Views: 289

Continue Reading

Previous: Melacak Akar Kemiskinan dan Kesejahteraan
Next: Demokrasi, Korupsi dan Makhluk Halus dalam Politik Indonesia Kontemporer

ARTIKEL LAIN

Politik Jatah Preman dan Relasi Kuasa Negara
  • BUKU

Politik Jatah Preman dan Relasi Kuasa Negara

25 Juni 2025
Ajakan  Filosof Muslim 1000 Tahun Lalu
  • BUKU

Ajakan  Filosof Muslim 1000 Tahun Lalu

11 Juni 2025
Legasi Mar’ie Muhammad
  • BUKU

Legasi Mar’ie Muhammad

10 April 2025

JANGAN LEWATKAN

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat
  • INFO SI
  • OBITUARI

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat

16 Januari 2026
Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat
  • OPINI

Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat

6 September 2025
ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL
  • FOKUS

ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL

29 Juni 2025
Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana
  • FOKUS

Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana

29 Juni 2025
Copyright © SALAKANAGARA INSTITUTE