Tidak banyak pejabat di Indonesia yang menjalani hidup bersih, bebas dari praktik korupsi – dan punya komitmen kuat untuk memberantas rasuah. Di antara yang sedikit itu adalah mendiang Mar’ie Muhammad, yang dijuluki Mr. Clean. Seorang tokoh yang dikenal dengan integritasnya yang tinggi dan keberaniannya melawan korupsi. Ia dijuluki “Mr. Clean” lantaran rekam jejaknya yang bersih selama menjabat DirjenPajak, dan kemudian Menteri Keuangan (1993-1998). Semasa hidupnya Mar’ie Muhammad menjalani kariernya sebagai birokrat di Departemen Keuangan. Kata Menteri Keuangan Sei Mulyani Indrawati, sepak terjang, kiprah dan keteladanan Mar’ie selama berkarier di kementerian itu, boleh dikatakan sangat legendaris
Buku yang ditulis wartawan Tempolulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, inimenceritakan Mar’ie sebagai sosok yang jujur dan bersih, yang menolak segala bentuk korupsi dan suap; keteguhannya dalam menjaga integritas; dan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, Selama menjabat Menteri Keuangan, Mar’ie Muhammad berupaya keras membersihkan institusinya dari praktik korupsi.
Buku ini juga menceritakan bagaimana Mar’ie Muhammad memperjuangkan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel, aktivitas kemanusiaannya, serta bagaimana dia menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Judul:
Mr. Clean Mar’ie Muhammad: Sang Pejuang Antikorupsi dan Aktivis Kemanusiaan
Penulis: Qaris Tajuddin
Halaman: xviii+325
Penerbit: Mizan, 2025
Setelah pensiun sebagai birokrat, Mar’ie Muhammad menjadi aktivis kemanusiaan. Ia ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI). selama dua periode, yaitu dari tahun 1999 hingga 2009.Peranannya dalam PMI sangat di kenang, terutama dalam penanganan bencana tsunami di Aceh. Ia menggerakkan PMI untuk memberikan bantuan yang maksimal.Kontribusinya di bidang kemanusiaan menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada masalah keuangan negara, tetapi juga memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama manusia.
Mar’ie juga dikenal sebagai sosok yang sederhana. Kesederhanaannya itu tampak antara lain dalam kehidupan keluarganya yang tidak “wah”, sebagaimana umumnya para pejabat tinggi di negeri ini. Ia juga dikenal pribadi yang alim, sehingga di lingkungan dekatnya dia dipanggil “Ustaz”.
Semasa mahasiswa Mar’ie aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Sebagai seorang aktivis mahasiswa, Mar’ie Muhammad terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi dan mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap menyimpang. Aktivisme Mar’ie Muhammad semasa mahasiswa menunjukkan bahwa sejak muda, ia telah memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Berbagai teladan hidup diberikan Mar’ie Muhammad semasa hidupnya menjadikannya sebagai sosok yang inspiratif. Terutama bagi generasi muda yang ingin membangun Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas.Mar’ie wafat pada 11 Desember 2016, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. [M. Akhyar Amin}


