Skip to content
SALAKANAGARA INSTITUTE

SALAKANAGARA INSTITUTE

Yayasan Kajian Kemanusiaan dan Demokrasi

Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGURUS SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGELOLA WEBSITE
  • OASE
  • OPINI
  • FOKUS BANTEN
  • INFO SI
  • NEWSLETTER SI
    • EDISI 1
    • EDISI 2
  • FOKUS
  • INSIGHT
  • Home
  • OASE
  • Sultan, Sufi, dan Cincin Berlian
  • OASE

Sultan, Sufi, dan Cincin Berlian

SI 17 November 2023

Dean Al-Gamereau

Dalam sebuah perjalanan laut, di kapal  yang membelah Marmara, laut yang selalu biru, yang memisahkan Turki Asia  dan Turki Eropa, Sultan Sulaiman  duduk berdampingan dengan seorang sufi. Diam-diam, Sultan yang sezaman dengan Raja Henry VII dari Inggris  itu (naik tahta tahun  24 Juni 1509),   iri menyaksikan  betapa  sufi itu tampak tenang dan teduh. Air mukanya seperti sebening kristal, sebagai pancaran hati  yang ikhlas dan bersih.

“Aku merindukan hati yang tenang  sepertimu. Aku selalu gelisah. Kerajaanku ternyata hanya menyusahkan saja,” kata Sultan  kepada  Sufi, membuka pembicaraan.

 “Seriuskah, Anda merindukan ketengan hati?”  tanya Sufi.

 “Tentu!” jawab Sultan.

“Kalau begitu, serahkan cincin berlian  di jari manismu itu kepadaku!”

 Tentu saja, Sultan heran, karena bukannya nasihat yang diperoleh, melainkan meminta barang berharga yang melingkar di jari manisnya itu.

Sultan bingung, karena merasa tak ada hubungannya obat hati yang gelisah  dengan cincin berlian yang sangat mahal. Tetapi, meski dengan berat hati, Sultan melepaskan cincin berlian  dari jari manisnya,lalu menyerahkannya kepada sufi, sambil berharap betul akan mendapat  ketenangan hati Sufi,  dan  mulutnya komat-kamit? Tidak! Justru,  ia melihat ke bawah, dan tanpa basa basi, dilemparkanlah  cincin berlian itu  ke dasar laut. Ya, Sufi membuangnya ke dasar laut. Sultan sangat marah. Mukanya merah padam. 

“Beraninya  kau buang cincin berlianku ke laut?” bentak Sultan. Tetapi,  amarah Sultan dihadapinya dengan senyum.  Tak ada reaksi apa pun, kecuali tetap ramah  dengan mukanya yang tetap tenang dan teduh. Air muka Sufi  tetap bersih.

Sultan secepatnya memanggil para pengawalnya  agar menyelam ke laut untuk mengambil cincin berliannya itu. Tetapi,  Sufi segera memberi isyarat, agar para pengawalnya tak usah menyelam.

Sufi kemudian memasukkan tanganya ke laut. Cincin berlian kebanggaan Sultan itu sudah ada di tangan Sufi. Aneh sekali. Sultan diam. Terkesima. Lalu, Sufi memecah sunyi. “Selama cincin berlian ini sangat berharga bagimu, maka kau, Sulaiman, tak akan pernah  menemukan ketenangan hati. Ingat, ketenangan hati datang dari keikhlasan!” kata Sufi.

Sultan masih diam, dan merenung. Sufi pun meneruskan nasihatnya, “Keikhlasan melepaskan kesenangan duniawi  adalah kunci utama ajaran sufi. Menempuh jalan sufi, saya  sendiri sadar, tak akan pernah mudah,” nasihat Sufi berikutnya. Sultan terhenyak, dan sadar : hati yang gelisah tak akan pernah  berakhir selama hidup ini  “berpagar”   kesenangan dunawi, selama dilingkari “cincin”  duniawi. Sultan merasa, kerajaannya ternyata jadi sumber keresahan hati di tengah-tengah keagungannya. Anehnya, … dan kita, justru sering  sekali “memimpikan” sumber kegelisahan itu.




SI
Author: SI

Post Views: 289

Continue Reading

Previous: Job  dan Cerita untuk Orang Bodoh
Next: Tuhan, Malaikat, dan Zikir

ARTIKEL LAIN

Zikir Seorang Kuli Angkut Air
  • OASE

Zikir Seorang Kuli Angkut Air

28 Mei 2024
Tuhan, Malaikat, dan Ahli Zikir
  • OASE

Tuhan, Malaikat, dan Ahli Zikir

13 Maret 2024
Kunci Surga: Bersih Diri dari Iri Hati
  • OASE

Kunci Surga: Bersih Diri dari Iri Hati

13 Maret 2024

JANGAN LEWATKAN

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat
  • INFO SI
  • OBITUARI

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat

16 Januari 2026
Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat
  • OPINI

Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat

6 September 2025
ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL
  • FOKUS

ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL

29 Juni 2025
Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana
  • FOKUS

Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana

29 Juni 2025
Copyright © SALAKANAGARA INSTITUTE