
Saefudin *)
Kalimat “Khoirunnas anfa’uhum linnas” tidaklah asing di telinga kita. Bagi para pembaharu, kalimat tersebut dijadikan jargon motivasi, dengan harapan ketika berada di manapun dirinya dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Khoirunnas anfauhum linnas adalah sabda Nabi Muhammad saw yang ditulis dalam hadis dari beberapa perawi, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya, Nomor 11264, Imam Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, Nomor 8217 dan Imam Daruquthni dalam Sunan-nya, Nomor 2853.
Hadis ini menjelaskan bahwa kemuliaan dan kebaikan seorang manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, jabatan, atau status sosialnya, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang dia berikan kepada orang lain. Manfaat untuk orang lain atau masyarakat dapat berupa berbagi ilmu, menolong kesusahan masyarakat, menyebarkan kebaikan dan perdamaian, bersikap baik dan sebagainya.
Kehadiran Salakanagara Institute (SI) juga ingin memberikan manfaat kepada masyarakat, mengutip amanah dari Ketua Pembinan Yayasan, Tryana Syam’un, bahwa kita harus memiliki kesalehan sosial. Apalah artinya sebuah keberhasilan, jika itu tidak berdampak kepada masyarakat sekitarnya.
Memang, SI masih memulai dengan langkah-langkah kecil agar bisa menunaikan amanah dari ketua pembina. Namun, SI juga membuka mata kepada setiap insan di masyarakat yang telah berjuang atau saat ini sedang berjuang atau terus berpikir keras agar bisa membantu masyarakat kita yang sedang kesusahan agar maju dan berkembang.
Penghargaan kepada insan-insan pembaharu, siapapun itu, patut diberikan ucapan terimakasih dan penghormatan oleh SI. Bahkan, jika memungkinkan, turut membantu memberi jalan untuk menembuh-kembangkan pemikiran, perjuangan, serta karya-karya dari para pembaharu.
Gagasan Salakanagara Award menjadi diskusi hangat saat pertemuan perumusan program kerja yang kini sedang dibuat konsepnya untuk dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.
Selain Salakanagara Award, program ‘pelatihan penulisan berita dan artikel’ menjadi kegiatan prioritas SI berikutnya. Harapannya adalah peserta pelatihan dapat menggunakan kemampuan literasinya dalam mengekspresikan salah satu bentuk tanggung jawab di alam demokrasi demi kemajuan bangsa. Gagasan lainnya yang muncul untuk ditindak lanjuti adalah ‘silaturahmi dengan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Banten’ agar dapat memberikan kemudahan melanjutkan pendidikan bagi putra-putri Banten.
*) Ketua Umum SI


