Skip to content
SALAKANAGARA INSTITUTE

SALAKANAGARA INSTITUTE

Yayasan Kajian Kemanusiaan dan Demokrasi

Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGURUS SALAKANAGARA INSTITUTE
    • PENGELOLA WEBSITE
  • OASE
  • OPINI
  • FOKUS BANTEN
  • INFO SI
  • NEWSLETTER SI
    • EDISI 1
    • EDISI 2
  • FOKUS
  • INSIGHT
  • Home
  • INFO SI
  • Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat
  • INFO SI
  • OBITUARI

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat

Firdaus Badarudin 16 Januari 2026

Minggu sore, 11 Januari 2026 keluarga, kita para sahabat dan kawan, masyarakat Banten dan Indonesia kehilangan sosok seorang pemimpin bijak yang merakyat, Bapak H. Tryana Sjam’un. Beliau sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit MMC, Kuningan, Jakarta sejak Jum’at pagi 9 Januari 2025.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Teriring doa kita untuk Bapak H. Tryana Sjam’un. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu, waghsilhu bil ma’i wats-tsalji wal-barad, wanaqqihi minal khathaya kama naqqaitats tsaub al-abyadha minad danasi, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zawjan khairan min zawjihi, wa adkhilhu al-jannah, wa a’idzhu min ‘adzabil qabri wa min ‘adzabin nar. Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, cucilah dia dengan air salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah dia ke surga, dan lindungilah dia dari azab kubur serta siksa neraka.” HR. Muslim.

Foto: Penulis dan H. Tryana Sjam’un

Selamat jalan Bapak H Tryana Sjam’un, guru kehidupan, sahabat dan pemberi inspirasi bagi saya dan bagi banyak orang yang mengenal beliau, baik yang mengenal secara langsung maupun melalui buku-buku beliau ataupun melalui komunikasi dengan beliau dalam suatu forum atau melalui berbagai media lainnya.

Walau beliau kini telah tiada tapi seperti banyak sosok penting dan berpengaruh lainnya telah meninggalkan ‘legacy’ yang baik dan patut menjadi pedoman serta menjadi inspirasi bagi siapa saja. Kita berharap legacy dapat diteruskan oleh keluarga beliau, baik anak-anak ataupun cucu-cucu beliau atau oleh siapa saja yang memiliki kesamaan pandangan, prinsip hidup atau yang meyakini bahwa legacy tsb patut untuk terus dijaga dan menjadi nilai-nilai baik yang patut diteladani. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepada beliau dan menjadikan semua ilmu bermanfaat yang beliau ajarkan, amal-amal jariah yang beliau wujudkan selama hidupnya serta keteladanan yang memberi inspirasi dan kebaikan bagi yang mengikutinya dengan ganjaran pahala yang tak putus-putus. Aamiin yaa mujibassailin.

Mengenal dan bersama beliau sejak tahun 1987 sampai kini, banyak pembelajaran dan hikmah yang dapat saya petik dalam perjalanan bersama pak Tryana, khususnya ketika isaya sebagai anak buah di pekerjaan dan sahabat yang terinspirasi dan menjadikan beliau sebagai teladan yang baik.

Ketika kami beberapa alumni FEUI dan FHUI pertama kali bertemu beliau awal tahun 1987 dalam wawancara untuk bergabung turut serta bersama-sama untuk menyehatkan dan mengembangkan salah satu bank swasta nasional yang baru saja beliau pimpin, ketertarikan terhadap kompetensi, kepribadian, karakter dan gaya kepemimpinannya segera muncul. Kata-kata beliau sebelum kami bersepakat bahwa beliau tidak menjanjikan apa-apa tapi ingin memberikan tantangan dan sekaligus kesempatan serta akan mengkader kami dalam bidang perbankan. Dengan cara penyampaian yang simpatik dan menimbulkan respek dan keyakinan, membuat kami memilih untuk siap bergabung bersama beliau. Rekomendasi dari Bapak Muhammad Nazief, saat itu Direktur Utama Bank Bukopin, dosen kami di FEUI dan sahabat beliau ketika sama-sama menjadi Direksi di Bank Duta ikut menjadi bagian penting dalam perjalanan kami bersama pak Tryana Sjam’un.

Perjalanan meniti karir di dunia perbankan sekitar 13 tahun bersama pak Tryana terasa asyik, penuh tantangan, membuka peluang dan cakrawala sambil terus menjalani proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman, kearifan, integritas dan profesionalisme dalam bekerja dan berkarir di dunia perbankan. Tidak hanya belajar dalam aspek marketing dan operasional perbankan tetapi kamim terus belajar tentang prinsip-prinsip hidup, prinsip-prinsip bekerja, profesionalisme, komunikasi yang efektif, analisis dan problem solving, kepemimpinan, net working dan sebagainya. Suasana kekeluargaan dalam hubungan kerja namun tetap dalam koridor profesionalisme dan integritas yang terjaga menjadikan hubungan pak Tryana dan kami mantan anak buah beliau di dunia perbankan tetap terjaga sampai saat ini. Saling menghormati, saling menghargai dan tetap berkomunikasi dan bertemu dalam waktu-waktu tertentu, selalu membawa kesan yang positif dan konstruktif sebagai hasil kepemimpinan dan hubungan kerja yang tercipta dengan baik antara kami dan pak Tryana. Sesekali kami berbeda pendapat atau prinsip namun dengan prinsip profesionalisme dan dinamika hubungan bawahan dan atasan dalam dunia kerja dan  tetap berpegang teguh kepada menjaga integritas adalah hal yang cukup banyak menambah khasanah proses penguatan prinsip-prinsip profesionalimes, integritas dan akuntabililitas kami yang harus terus dijaga dan dijalankan dalam dunia kerja dan dunia bisnis. Sesekali perbedaan prinsip atau pendapat memaksa beliau menggunakan hak prerogatifnya selaku Direktur Utama dengan membuat ‘judgement’ dan kami memproteksi implementasinya sebagai bagian mitigasi atas risiko yang mungkin timbul. Alhamdulillah perjalanan 13 tahun bersama beliau dalam dunia perbankan tak ada hal-hal fundamental yang menjadi masalah dan kami dapat mengakhiri dinas di dunia perbankan dengan tenang dan menjadi bekal untuk meniti masa depan yang dicita-citakan.

Hubungan baik dengan beliau terus berlanjut ketika saya dipercaya menjadi Direktur Utama perusahaan konsultan di bidang keuangan, manajemen dan bisnis TS Corporation selama 4 tahun (2000 – 2024). Perusahaan tsb tidak saja dimaksudkan untuk mengembangkan bisnis tetapi sekaligus menjadi sarana bagi keberlanjutan hubungan beliau dengan anak-anak buah beliau, khsusnya karena adanya kesamaan visi, misi dan kesesuaian nilai-nilai moral yang terus dibangun dan dijaga. 

Dalam buku yang saya buat tahun 2022 untuk menyambut 60 tahun usia saya, Dua Belas Pituah, Refleksi Perjalanan Hidup Firdaus Badarudin pak Tryana ikut memberikan testimoni yang membuat saya merasa beliau sebagai seorang atasan, pemimpin dan ayah atau abang bagi anak-anak buahnya yang dengan tulus terus memberi inspirasi, semangat dan dukungan untuk terus maju dan meraih masa depan yang lebih baik dan bernilai. Dalam bagian testimoni beliau tsb, saya menuliskan tentang beliau dengan kalimat berikut :   

Beliau adalah salah satu guru kehidupan, sahabat dan pemberi inspirasi dan motivasi bagi saya. Sangat banyak yang dapat dipetik dari beliau. Jiwanya yang humble, sangat sosial, committed, penuh perhatian, mendidik dengan visi dan misi yang jelas serta ikhlas dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, telah menjadikan beliau senantiasa dihormati, diteladani dan disayangi sebagai pemimpin, sebagai ayah, sebagai abang dan sebagai sahabat. Sebagai murid, sebagai staf dan sebagai sahabat beliau, saya merasakan mendapatkan sangat banyak pembelajaran, inspirasi, motivasi dan keteladanan. Insyaa Allah beliau dan keluarga serta keturunannya senantiasa mendapat ridho, rahmat dan karunia yang luas dari Allah s.w.t.  Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin. 

Pada penerbitan buku 80 tahun pak HTS akhir tahun 2023, demikian kami selalu menyebut nama beliau, saya menyampaikan beberapa catatan tambahan atas pembelajaran dan hikmah yang kami dapatkan dari beliau, khususnya saya.

Pertama, pak HTS selalu memberikan kesempatan kepada setiap karyawan untuk berkreasi, mengembangkan potensi, mewujudkan prestasi dan memberi kontribusi terbaik bagi perusahaan, termasuk melalui bimbingan, supervisi ataupun keteladanan dan koreksi-koreksi atas kekeliruan ataupun untuk kesempurnaan kualias dan hasil kerja yang beliau lakukan.

Kedua, pak HTS dalam hubungan kerja maupun dalam waktu-waktu selepas waktu kerja dimana kami semua berkesempatan untuk saling berdialog, saling berbagi cerita ataupun hanya sekedar melepas lelah sambil makan malam bersama, selalu menyisipkan falsafah kehidupan maupun falsafah atau prinsip kerja dan hubungan antar sesama. Beberapa falsalah yang beliau sering sampaikan, antara lain : jangan belagak kalau gak punya lagu; jangan lakukan “biar tekor asal kesohor”; kalau sedang susah jangan diam di tempat gelap, bayanganpun tak ingin menemani; jangan rusak integritasmu, jaga profesionelisme, kejujuran dan kepercayaan orang serta selalu bekerja terbaik yang bisa dilakukan; pertemanan sangat penting, jaga dan terus dibina;  dan lain-lain.

Ketiga, pak HTS memiliki kemampuan kepempimpinan yang tinggi, cepat dalam menganalisis dan mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat dengan memperhitungkan segala aspek dengan seksama. Hal ini tidak saja karena beliau memiliki bakat kepemimpinan namun sebagai wujud pembelajar yang selalu mengambil pembelajaran dari setiap perjalanan sambil terus memperkuat kompetensi diri.

Keempat, pak HTS adalah salah satu pemimpin yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi yang sangat bagus. Luasnya pertemanan, persahabatan, relasi dan aksesibiltas serta jejaring yang terbangun dengan baik menjadikan beliau termasuk manusia unggul. Tak heran bila beliau selalu mendapat kepercayaan dan amanah untuk memimpin berbagai perusahaan setelah tidak lagi menjadi direksi bank, termasuk ketika beliau dipercaya untuk menjadi Ketua Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten dan berhasil menjadikan Banten sebagai propinsi baru yang pertama tahun 2000 paska reformasi 1998.

Kelima, pak HTS sangat menghormati keluarga, khususnya ibu beliau. Rasa sayangnya dan rasa sayang ibunda kepada beliau sangat terasa. Doa-doa ibunda beliau termasuk salah satu penyebab perjalanan hidup beliau tampak selalu lancar dan penuh barokah. Demikian pula terhadap istri, anak-anak dan cucu-cucu serta menantu beliau.

Keenam, pak HTS merupakan salah satu teladan yang baik tentang seseorang yang berjiwa sosial. Uluran tangannya untuk selalu membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk melalui pendirian beberapa yayasan untuk lembaga-lembaga pendidikan yang beliau wujudkan sebagai wujud perhatian dan sayangnya beliau kepada masyarakat dan kampung beliau, Pandeglang, Banten.

Masih banyak yang bisa kita ambil pembelajaran dan keteladanan dari pak HTS, salah satunya saya menjadi membuat sebuah kesimpulan: kepemimpinan adalah keteladanan dan pengakuan. Dengan keteladanan yang diwujudkan oleh seorang pemimpin berupa perkataan, perilaku dan karya-karya nyata yang baik, bermanfaat dan tulus melahirkan pengakuan yang kuat dan penghargaan dari orang-orang yang dipimpin, baik yang dipimpin secara langsung maupun orang-orang yang terinspirasi olehnya.

Wa likulli ummatin ajal

Ketika hari Minggu, 11 Januari 2026 berita tentang wafatnya beliau di usia lebih dari 82 tahun, begitu terasa kita kehilangan sosok seorang pemimpin yang bijak dan dekat dengan orang-orang yang beliau pimpin atau pernah beliau pimpin, masyarakat dan rakyat, khususnya rakyat Banten yang beliau selalu penuh perhatian kepadanya.

Ketika beliau berulang tahun ke 82 tanggal 24 November 2025 dan kami berkumpul merayakannya secara sederhana namun penuh hikmat di kantor BG & Partner Jl. Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terlihat kondisi kesehatan beliau yang menurun. Beliau lebih sedikit berbicara dibandingkan waktu-waktu sebelumnya namun perhatian beliau kepada sahabat-sahabat yang pernah menjadi anak-anak buahnya tetap tinggi, termasuk tetap menanyakan keadaan keluarga dan merasa sangat senang dengan informasi postiif yang terjadi pada sahabat-sahabat dan keluarganya tsb.

Tidak lebih dari 2 bulan sejak hari ulang tahun beliau tsb, beliau kembali ke pangkuan Ilahi meninggalkan istri, anak-anak dan cucu-cucu, keluarga besar, para sahabat, masyarakat dan bangsa. Sabtu, 10 Januari jelang maghrib sampai masuk waktu maghrib saya membezuk beliau sekitar 30 menit di RS MMC dan bertemu dengan putra-putri beliau. Kiki, Taqin, Ferik dan Fitri. Dengan diantar Taqin ke ruang tempat beliau terbaring  dan ditemani Fitri saya dapat menatap beliau, mendoakan dan memberikan semangat kepada beliau.  Walau beliau terbaring tidak dapat berkomunikasi dalam tatapan mata dan ucapan, namun kalimat-kalimat yang memberikan semangat, mengembirakan hati beliau, dan doa yang saya ucapkan di dekat telinga beliau dan sesekali saya mengelus lembut rambut putih beliau, insyaa Allah beliau mendengarkan dan merasakan hadirnya sahabat di dekat beliau. 

Wa likulli ummatin ajal, fa-idzaa jaa’a ajaluhum laa yasta’khiruuna saa’atan wa laa yastaqdimuun, tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Puri Salakanagara, Pandeglang menjadi tempat pemakaman beliau pada Senin sore yang yang diiringi kehadiran Gubernur dan Wakil Geburnur Banten serta para pejabat, para sahabat, dan anggota masyarakat, antara lain para tokoh masyarakat dan alim ulama.

Selamat jalan pak Tryana. Semoga Allah ridho kepada pak Tryana dan mengumpulkan bapak bersama hamba-hamba yang beruntung di negeri akhirat. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin.

Meneruskan Legacy

Gagasan, pemikiran dan nilai-nilai moral dalam demokrasi, kesetaraan, inisiatif dan inovasi, dan jasa-jasa yang telah ditorehkan, khususnya bagi terbentuknya propinsi Banten sebagai propinsi pertama hasil pemekaran dari propinsi Jawa Barat paska reformasi dan lembaga pendidikan yang beliau dirikan untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan masyarakat dan berbagai peran dan kontrbusi penting beliau dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan, dan sebagainya patut diteruskan, dijaga dan dikembangkan. Tidak saja sesuai prinsip keberlanjutan dan kemanfaatan tetapi sekaigus sebagai tanda apresiasi terhadap jasa dari tokoh yang telah mendarmabaktikan waktu, pikiran, dana dan tenaga serta perhatian yang besar bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya.

Semoga Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada siapa saja yang terpanggil untuk menjaga, meneruskan dan mengembangkan legacy positif, bermanfaat dan bernilai yang telah ditorehkan oleh pak Tryana Sjam’un dalam perjalanan hidupnya. Insyaa Allah. Aamiin yang Rabbal ‘alamiin.

Firdaus Badarudin
Author: Firdaus Badarudin

alumni FEB-UI, pemerhati masalah sosial dan ekonomi, konsultan bisnis dan keuangan.

Post Views: 389
Tags: obituari salakanagara institute Tryana Sjam'un

Continue Reading

Previous: SILATURAHMI  “BANTEN KUDU MAJU”

ARTIKEL LAIN

SILATURAHMI  “BANTEN KUDU MAJU”
  • INFO SI

SILATURAHMI  “BANTEN KUDU MAJU”

18 Juni 2025
Mencari Solusi untuk Krakatau Steel
  • INFO SI

Mencari Solusi untuk Krakatau Steel

10 April 2025
Silaturahmi Menutup Tahun
  • INFO SI

Silaturahmi Menutup Tahun

13 Januari 2025

JANGAN LEWATKAN

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat
  • INFO SI
  • OBITUARI

Mengenang Sosok Bapak H Tryana Sjam’un Pemimpin Bijak Yang Merakyat

16 Januari 2026
Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat
  • OPINI

Masihkah Kemerdekaan Milik Rakyat

6 September 2025
ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL
  • FOKUS

ORGANISASI MASYARAKAT DAN PERAN  KONTROL SOSIAL

29 Juni 2025
Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana
  • FOKUS

Penegak Hukum Lemah, Premanisme di mana-mana

29 Juni 2025
Copyright © SALAKANAGARA INSTITUTE